Mengenal Sosok Udang Ronggeng, Si Bungkuk yang Mirip Lipan

Mengenal Sosok Udang Ronggeng, Si Bungkuk yang Mirip Lipan. Apa Istimewanya?

Udang ini tergolong komoditas penting yang memiliki harga relatif mahal

Udang ronggeng, si bungkuk yang mirip lipan. (Ist)

 Udang, baik itu udang air tawar maupun udang laut merupakan salah satu komoditi perikanan yang berprospek cerah. Pasalnya, permintaan akan hewan air bungkuk itu tak pernah surut tiap harinya.

Banyak sekali jenis udang yang telah ditemukan dan dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia. Namun ada satu jenis udang yang sangat  jarang ditemui dan tidak banyak orang yang mengetahuinya. Jenis udang tersebut adalah udang ronggeng. Secara fisik, spesies ini memiliki tampilan fisik yang unik. Sekilas ia tampak menyerupai lipan, dan tak mirip dengan udang kecuali karena memiliki capit seperti udang lainnya. Maka tak heran banyak yang menyebut udang ronggeng ini dengan nama udang lipan.

 

Udang ini tergolong komoditas penting yang memiliki harga relatif mahal. Udang ronggeng juga berpotensi sebagai pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan cara diolah menjadi berbagai bahan masakan lezat dan gurih. Jenis udang ini telah dicap sebagai makanan laut yang mengandungi kaya dengan khasiat omega 3, vitamin B12 dan juga niacin, selain bahan galian seperti zink, zat besi dan juga tembaga. Selain itu, udang ini memiliki kadar asam amino yang tinggi, termasuk asam gulamat, asam aspartat, arginine, lysine, leucine, glycine dan lainnya.

Karakteristik. Jika dilihat secara fisik, hewan yang bernama latin Lysiosquilla maculata ini memiliki berbagai keunikan, salah satunya adalah matanya yang dapat berputar 360 derajat. Ia memiliki duri-duri yang keras, terutama di bagian atas kepala dan antena. Badannya besar dilindungi kulit keras yang mengandung zat kapur dan mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai belalang sembah (mantis). Antena berkembang dengan baik terutama antena kedua yang panjangnya melebihi panjang badannya. Pada pasangan kaki jalannya tidak mempunyai capit.

Keindahan kulitnya juga sangat menarik mata. Dua warna cerah seperti merah dan hijau menjadi dua warna yang menjadi ciri khas udang ronggeng. Bentuk indah dan sedikit menyeramkan tidak mengubah cita rasa dari udang ronggeng ini.

Ia memiliki duri-duri yang keras, terutama di bagian atas kepala dan antena. Badannya besar dilindungi kulit keras yang mengandung zat kapur dan mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai belalang sembah (mantis). Antena berkembang dengan baik terutama antena kedua yang panjangnya melebihi panjang badannya. Pada pasangan kaki jalannya tidak mempunyai capit.

Habitat hidup udang ini adalah di perairan karang, suatu kawasan laut dimana banyak terdapat karang-karang, terumbu karang, batuan granit atau vulkanis. Seperti kebanyakan jenis Crustacea yang lain, udang ronggeng adalah binatang yang aktif pada malam hari untuk mencari makan dan terdapat jenis-jenis yang membenamkan diri dalan pasir atau lumpur.

Budidaya Mudah. Jika biasanya memulai Budidaya udang melalui larva, udang ronggeng tidak memerlukan larva untuk di Budidayakan. Cukup dari hasil tangkapan udang dewasa, udang ronggeng dapat langsung di Budidayakan. Karena itu, saat ini banyak importir yang mencari tempat Budidaya udang ronggeng untuk di eksport ke berbagai negara di dunia. Selain cara pemeliharaannya yang mudah, pasar ekspor  pun telah menunggu.

Spread the love

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comodo SSL
WhatsApp chat WhatsApp us